Write by: Maria
Sampai tulisan ini kumulai, aku masih setengah nggak percaya. Kaget, shock, bingung, tapi gembira juga sih.
Bulan lalu aku ke bidan untuk memeriksakan keadaan kaka Biya yang demam semalaman, sekalian aku juga mau suntik KB yang pertama kali, eh Bidan bilang suntik KB nya pas sehari setelah bersih dari datang bulan. Tapi sampai hari ini, sudah telat seminggu, si bulan tak kunjung datang.
Pagi sekali aku bangun, iseng kucoba testpack yang kubeli bersama suamiku semalam. Kaget, shock, bingung, melihat hasilnya yang seperti ini:
Bukan kenapa-kenapa, cuma kaget aja, secara kaka Biya baru berumur 7 Bulan lebih, masa udah positif aja, hehehee...
Setelah lama berpusing ria, aku tersadar, "Ya Allaaaah.. ini lah rizki yang super luar biasa yang Kau turunkan pada kami" batinku.
Keesokan harinya, waktu membawa kaka Biya imunisasi DPT yang ke III (telat nya banyak banget), coba aku konsultasi ke bidan, menurut si mbak bidan, coba tunggu seminggu lagi, coba di test lagi, kalau memang positif lagi ya berarti tidak diragukan lagi.
Penasaran aku dengan hasil nya, rencana minggu depan mau periksa ke Klinik Fakhira lagi, tapi sepertinya sekarang antrinya berjubel. Heheheee...
Kamis, 30 Januari 2014
Rabu, 09 Oktober 2013
5 Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan Ketika Menjadi Seorang IBU
Menjadi ibu adalah anugerah yang indah bagi seorang wanita. Nyaris
semua wanita mendambakan menjadi ibu untuk anak-anak yang lucu dan
berbakti.
Dan terkadang memang masalah dalam rumah tangga tak dapat dihindari. Melibatkan anak-anak, juga menjadi sebuah tantangan bagi ayah dan ibu untuk lebih cerdas mengatasi masalah. Menjadi ibu juga ternyata bukan suatu hal yang mudah. Di samping tugas lainnya, ibu juga menjadi digugu serta panduan bagi anak-anak membentuk karakter di dalam dirinya.
Oleh karena itu, baik sikap, perilaku maupun perkataan ibu dan ayah haruslah ditata sebisa mungkin agar tidak sampai memberi pengaruh buruk anak. Dan lima kalimat berikut hendaknya tak boleh terucap saat Anda menjadi ibu kelak.
"Jangan ganggu, ibu lagi sibuk nih..."
Sesibuk apapun Anda nanti, pastikan bahwa Anda bisa membuat ia mau menunggu dengan cara yang nyaman. Jangan sampai membuat ia merasa mengganggu Anda. Kalaupun memang Anda sedang sibuk, Anda bisa kok memberikan pengertian padanya untuk lebih sabar menunggu sampai pekerjaan Anda selesai. Dengan cara yang santun dan memberikan pengertian, anak justru akan lebih mudah mengerti dan tidak mencari-cari perhatian dari Anda.
"Kamu itu seperti ayah. Pemalas!"
Memberikan kritik pada anak karena perilaku malasnya boleh saja. Tetapi jangan biarkan ia justru seperti mendapat dukungan untuk berbuat hal yang salah. Jangan pula menyamakan keburukan dengan seseorang, apalagi figur ayah, yang dapat melukai hati ayah dan anak Anda sendiri. Selain itu, figur ayah hendaknya memang dipercontohkan kepada anak. Sehingga sebisa mungkin hal-hal negatif itu diselesaikan sendiri sebagai masalah Anda dan suami.
"Kalau tidak mau makan, nanti kamu ditangkap monster hijau di dalam lemari lho..."
Menakut-nakuti anak akan membuat nyalinya jadi ciut. Ia juga akan tumbuh menjadi anak penakut. Makan adalah sebuah kebutuhan yang primer bagi setiap orang. Sehingga harus ditanamkan pada diri anak bahwa makanan itu memang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh tinggi, tumbuh besar, dan selalu sehat.
Akan jauh lebih mudah bagi Anda membujuknya dengan alasan berlogika ketimbang menakut-nakutinya. Misalnya saja ia adalah anak yang doyan bermain bola dan ingin menjadi pemain bola kelak. Katakan saja bahwa untuk menjadi pemain bola yang gesit, maka tubuhnya membutuhkan nutrisi yang ada di dalam makanannya.
"Kalau tidak nurut nanti ibu laporkan pada ayah."
Lagi-lagi tindakan mengancam anak yang akan membuat anak menjadi trauma kecil. Anda boleh melibatkan suami dalam berbagai hal saat mengasuh anak. Namun, bukan berarti Anda menjadikannya sebagai figur yang harus ditakuti dan terlihat kejam pada anak.
"Wah teman kamu bisa, kok kamu tidak?"
Kemampuan yang dimiliki anak itu berbeda-beda. Ada yang memang mampu melakukan suatu hal, ada pula yang kurang dalam hal tersebut. Tetapi bukan berarti anak boleh dibanding-bandingkan. Kalaupun Anda ingin memberikan semangat padanya, maka buat agar ia bersemangat mengejar ketinggalan. Misalnya saja dengan membuatkannya semangkuk puding kesukaan sebagai hadiah, dan memberikan semangat bahwa ibu akan membuat puding yang berbeda sebagai hadiah apabila ia bisa berusaha lebih baik lagi.
Mengasuh anak tidaklah mudah. Banyak hal yang dapat menguji kesabaran dan emosi. Anda boleh berbagi bersama ibu-ibu atau pakar soal mengasuh anak. Walaupun demikian, tetap pegang prinsip bahwa mengajarkan anak akan lebih efektif apabila Anda terlebih dahulu menjadi figur yang bisa ditiru.
dikutip dari :
http://www.vemale.com/relationship/keluarga/29751-5-kalimat-yang-tak-boleh-terucap-saat-jadi-ibu.html
Dan terkadang memang masalah dalam rumah tangga tak dapat dihindari. Melibatkan anak-anak, juga menjadi sebuah tantangan bagi ayah dan ibu untuk lebih cerdas mengatasi masalah. Menjadi ibu juga ternyata bukan suatu hal yang mudah. Di samping tugas lainnya, ibu juga menjadi digugu serta panduan bagi anak-anak membentuk karakter di dalam dirinya.
Oleh karena itu, baik sikap, perilaku maupun perkataan ibu dan ayah haruslah ditata sebisa mungkin agar tidak sampai memberi pengaruh buruk anak. Dan lima kalimat berikut hendaknya tak boleh terucap saat Anda menjadi ibu kelak.
"Jangan ganggu, ibu lagi sibuk nih..."
Sesibuk apapun Anda nanti, pastikan bahwa Anda bisa membuat ia mau menunggu dengan cara yang nyaman. Jangan sampai membuat ia merasa mengganggu Anda. Kalaupun memang Anda sedang sibuk, Anda bisa kok memberikan pengertian padanya untuk lebih sabar menunggu sampai pekerjaan Anda selesai. Dengan cara yang santun dan memberikan pengertian, anak justru akan lebih mudah mengerti dan tidak mencari-cari perhatian dari Anda.
"Kamu itu seperti ayah. Pemalas!"
Memberikan kritik pada anak karena perilaku malasnya boleh saja. Tetapi jangan biarkan ia justru seperti mendapat dukungan untuk berbuat hal yang salah. Jangan pula menyamakan keburukan dengan seseorang, apalagi figur ayah, yang dapat melukai hati ayah dan anak Anda sendiri. Selain itu, figur ayah hendaknya memang dipercontohkan kepada anak. Sehingga sebisa mungkin hal-hal negatif itu diselesaikan sendiri sebagai masalah Anda dan suami.
"Kalau tidak mau makan, nanti kamu ditangkap monster hijau di dalam lemari lho..."
Menakut-nakuti anak akan membuat nyalinya jadi ciut. Ia juga akan tumbuh menjadi anak penakut. Makan adalah sebuah kebutuhan yang primer bagi setiap orang. Sehingga harus ditanamkan pada diri anak bahwa makanan itu memang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh tinggi, tumbuh besar, dan selalu sehat.
Akan jauh lebih mudah bagi Anda membujuknya dengan alasan berlogika ketimbang menakut-nakutinya. Misalnya saja ia adalah anak yang doyan bermain bola dan ingin menjadi pemain bola kelak. Katakan saja bahwa untuk menjadi pemain bola yang gesit, maka tubuhnya membutuhkan nutrisi yang ada di dalam makanannya.
"Kalau tidak nurut nanti ibu laporkan pada ayah."
Lagi-lagi tindakan mengancam anak yang akan membuat anak menjadi trauma kecil. Anda boleh melibatkan suami dalam berbagai hal saat mengasuh anak. Namun, bukan berarti Anda menjadikannya sebagai figur yang harus ditakuti dan terlihat kejam pada anak.
"Wah teman kamu bisa, kok kamu tidak?"
Kemampuan yang dimiliki anak itu berbeda-beda. Ada yang memang mampu melakukan suatu hal, ada pula yang kurang dalam hal tersebut. Tetapi bukan berarti anak boleh dibanding-bandingkan. Kalaupun Anda ingin memberikan semangat padanya, maka buat agar ia bersemangat mengejar ketinggalan. Misalnya saja dengan membuatkannya semangkuk puding kesukaan sebagai hadiah, dan memberikan semangat bahwa ibu akan membuat puding yang berbeda sebagai hadiah apabila ia bisa berusaha lebih baik lagi.
Mengasuh anak tidaklah mudah. Banyak hal yang dapat menguji kesabaran dan emosi. Anda boleh berbagi bersama ibu-ibu atau pakar soal mengasuh anak. Walaupun demikian, tetap pegang prinsip bahwa mengajarkan anak akan lebih efektif apabila Anda terlebih dahulu menjadi figur yang bisa ditiru.
dikutip dari :
http://www.vemale.com/relationship/keluarga/29751-5-kalimat-yang-tak-boleh-terucap-saat-jadi-ibu.html
Selasa, 10 September 2013
Biya with her Clodis
Voilaaaa....
Biya dengan clodi Sobi Minky nya, insert bamboo (gak kliatan, hihihiiii)
Foto diambil 9 September 2013, BB baru timbang 5,8kg, Usia 2 bulan 24 hari.
Plus Minus Jenis Clodi
Lanjut aaah.. mengulas tentang per-Clodi-an, heheheee...
Karena banyak yang tanya, daripada ngejelasin satu persatu, mending aku ulas di blog ajah, jadi kalo ada yang tanya-tanya langsung cekdis ajah...
*seneng bisa bantu...
Clodi Cover vs Clodi Pocket
Biya sudah pernah pakai keduanya dan sejauh ini Clodi Pocket lah yang jadi pilihanku. Tetap saja masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya.
Clodi Cover, meski pada insert nya terdapat lapisan fleece yang staydry sehingga pantat bayi bisa tetap kering, tetap saja belum menjadi pilihanku. Soaker yang menempel pada cover hanya memakai kancing 1-2 biji saja di tiap ujungnya, jadi suka geser-geser si soaker dari tempatnya (soalnya Biya aktif banget sih), pipisnya jadi nembus kemana-mana.
Tapi bukan berarti clodi cover ini nggak lebih baik dari clodi pocket, tetap ada kelebihannya. Pada saat dede pup, pup nya akan langsung ke soaker, sehingga clodi bisa tetep dipakai lagi. Itu teorinya, dalam prakteknya Biya yang super aktif itu meski pupnya langsung ke soaker, tetap saja pupnya meleber ke cover clodi nya juga sedikit sih, jadi tetep aja ganti ma clodinya, kalo nggak kan jadi bau, masa iya cantik-cantik bau pup... hihihiiiiyyy...
walhasil, terpilihlah clodi pocket sebagai clodi faforitku. heheheee...
pertama karena insertnya gak gerak2 meski Biya super aktif, soalnya kan insertnya ada di dalem kantong clodi.
kedua, karena insertnya bisa dipakein macem-macem ukuran, nggak harus ada kancing,
ketiga, karena fleece liner udah nyatu sama clodinya, jadi insert nya bisa pakai yang biasa (nggak harus ada fleece nya) dan nggak perlu nambah fleece liner (seperti di clodi cover yang butuh fleece liner kalau soaker nya nggak ada lapisan fleece nya)
Velcrow (Kreketan) vs Snap (Kancing)
Aku punya dua2 nya, semua aku suka karena masing-masing punya kelebihan.
Model velcrow lebih pas dipakai di lingkar perut Biya, pemakaiannya juga jadi lebih praktis, tapi mungkin untuk pemakaian jangka panjang bisa mengalami kemunduran performa kelengketannya (sering buka tutup jadi aus dan kurang menempel), dan juga untuk baby seperti Biya yang tangannya mulai jahil, kadang velcrownya suka ditarik-tarik sendiri dan sedikit terbuka, permukaan velcrow yang kasar pernah bikin jari-jari Biya terluka.
Model Snap awet pemakaiannya, performa tetap (kecuali kancingnya lepas), kurang sedikit rapi sih soalnya kan pakai kancing yang sudah ada ukuran-ukurannya (kadang ukurannya tidak begitu pas). Biya yang udah mulai jadi super aktif, agak susah memakaikan tipe clodi model snap ini.
Bahan Insert/ Soaker : Bamboo vs Microfiber
(blom sempet fotoin, foto nyusul yak, heheheee)
Ini aku ambil dari beberapa info dan kurangkum disini, karena sebelumnya aku juga kurang tau apa beda kedua jenis bahan insert/soaker ini.
Bamboo
Merupakan temuan baru yang dapat digunakan sebagai bahan cloth diaper.
Saat ini bamboo sangat populer dalam perlengkapan pakaian bayi.
Bamboo tumbuh tanpa menggunakan bahan kimia atau pestisida.
Memiliki daya serap yang sangat tinggi, anti-bakteri secara natural, dan tidak menyimpan bau.
Sangat lembut dan nyaman terhadap kulit bayi.
Biasa digunakan sebagai lapisan dalam (inner) yang bersentuhan dengan bayi, dan juga sebagai insert karena daya serapnya yang sangat tinggi.
Sebelum penggunaannya, dianjurkan untuk dicuci (pre-wash) lebih dari 6x untuk memastikan daya serap yang maksimal.
Microfiber
Terbuat dari kombinasi polyester dan polyamide.
Sifat bahan microfiber mampu menyerap cairan 7x lebih banyak dibandingkan dengan berat kain microfiber tersebut.
Microfiber memiliki sifat cepat kering, dan daya serapnya semakin baik seiring dengan penggunaan.
Hindari kontak langsung microfiber dengan kulit bayi, karena dapat menyebabkan kulit bayi kering.
Biasa digunakan sebagai bahan insert (kain penyerap), yang dimasukkan ke dalam kantung pada pocket cloth diaper, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan kulit bayi.
karena bamboo lebih mahal, aku lebih banyak koleksi yang berbahan microfiber, heheheee...
tapi kalau yang punya dana lebih sih saranku mending pakai yang bamboo, soalnya daya serapnya lebih besar, nggak begitu bau dibanding microfiber.
Karena banyak yang tanya, daripada ngejelasin satu persatu, mending aku ulas di blog ajah, jadi kalo ada yang tanya-tanya langsung cekdis ajah...
*seneng bisa bantu...
Clodi Cover vs Clodi Pocket
Biya sudah pernah pakai keduanya dan sejauh ini Clodi Pocket lah yang jadi pilihanku. Tetap saja masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya.
Clodi Cover, meski pada insert nya terdapat lapisan fleece yang staydry sehingga pantat bayi bisa tetap kering, tetap saja belum menjadi pilihanku. Soaker yang menempel pada cover hanya memakai kancing 1-2 biji saja di tiap ujungnya, jadi suka geser-geser si soaker dari tempatnya (soalnya Biya aktif banget sih), pipisnya jadi nembus kemana-mana.
Tapi bukan berarti clodi cover ini nggak lebih baik dari clodi pocket, tetap ada kelebihannya. Pada saat dede pup, pup nya akan langsung ke soaker, sehingga clodi bisa tetep dipakai lagi. Itu teorinya, dalam prakteknya Biya yang super aktif itu meski pupnya langsung ke soaker, tetap saja pupnya meleber ke cover clodi nya juga sedikit sih, jadi tetep aja ganti ma clodinya, kalo nggak kan jadi bau, masa iya cantik-cantik bau pup... hihihiiiiyyy...
walhasil, terpilihlah clodi pocket sebagai clodi faforitku. heheheee...
pertama karena insertnya gak gerak2 meski Biya super aktif, soalnya kan insertnya ada di dalem kantong clodi.
kedua, karena insertnya bisa dipakein macem-macem ukuran, nggak harus ada kancing,
ketiga, karena fleece liner udah nyatu sama clodinya, jadi insert nya bisa pakai yang biasa (nggak harus ada fleece nya) dan nggak perlu nambah fleece liner (seperti di clodi cover yang butuh fleece liner kalau soaker nya nggak ada lapisan fleece nya)
Velcrow (Kreketan) vs Snap (Kancing)
Aku punya dua2 nya, semua aku suka karena masing-masing punya kelebihan.
Model velcrow lebih pas dipakai di lingkar perut Biya, pemakaiannya juga jadi lebih praktis, tapi mungkin untuk pemakaian jangka panjang bisa mengalami kemunduran performa kelengketannya (sering buka tutup jadi aus dan kurang menempel), dan juga untuk baby seperti Biya yang tangannya mulai jahil, kadang velcrownya suka ditarik-tarik sendiri dan sedikit terbuka, permukaan velcrow yang kasar pernah bikin jari-jari Biya terluka.
Model Snap awet pemakaiannya, performa tetap (kecuali kancingnya lepas), kurang sedikit rapi sih soalnya kan pakai kancing yang sudah ada ukuran-ukurannya (kadang ukurannya tidak begitu pas). Biya yang udah mulai jadi super aktif, agak susah memakaikan tipe clodi model snap ini.
Bahan Insert/ Soaker : Bamboo vs Microfiber
(blom sempet fotoin, foto nyusul yak, heheheee)
Ini aku ambil dari beberapa info dan kurangkum disini, karena sebelumnya aku juga kurang tau apa beda kedua jenis bahan insert/soaker ini.
Bamboo
Merupakan temuan baru yang dapat digunakan sebagai bahan cloth diaper.
Saat ini bamboo sangat populer dalam perlengkapan pakaian bayi.
Bamboo tumbuh tanpa menggunakan bahan kimia atau pestisida.
Memiliki daya serap yang sangat tinggi, anti-bakteri secara natural, dan tidak menyimpan bau.
Sangat lembut dan nyaman terhadap kulit bayi.
Biasa digunakan sebagai lapisan dalam (inner) yang bersentuhan dengan bayi, dan juga sebagai insert karena daya serapnya yang sangat tinggi.
Sebelum penggunaannya, dianjurkan untuk dicuci (pre-wash) lebih dari 6x untuk memastikan daya serap yang maksimal.
Microfiber
Terbuat dari kombinasi polyester dan polyamide.
Sifat bahan microfiber mampu menyerap cairan 7x lebih banyak dibandingkan dengan berat kain microfiber tersebut.
Microfiber memiliki sifat cepat kering, dan daya serapnya semakin baik seiring dengan penggunaan.
Hindari kontak langsung microfiber dengan kulit bayi, karena dapat menyebabkan kulit bayi kering.
Biasa digunakan sebagai bahan insert (kain penyerap), yang dimasukkan ke dalam kantung pada pocket cloth diaper, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan kulit bayi.
karena bamboo lebih mahal, aku lebih banyak koleksi yang berbahan microfiber, heheheee...
tapi kalau yang punya dana lebih sih saranku mending pakai yang bamboo, soalnya daya serapnya lebih besar, nggak begitu bau dibanding microfiber.
Langganan:
Postingan (Atom)



