Rabu, 03 April 2013

Jalan Jalan bersama Keluarga Kecil Mbak Indah

Pada liburan hari besar kali ini, suamiku mengajakku untuk berlibur ke kebun binatang RAGUNAN, Jakarta Selatan. Biar ramai, sekalian saja kami mengajak bersama keluarga kakakku pergi kesana.

Pagi Pukul 10.00 WIB kami sampai di lokasi, meski sudah lumayan padat, tapi belum sampai ramai dan perjalanan kami masuk ke tempat wisata Ragunan ini pun lancar-lancar saja.






Ini hasil foto-foto kami selama di lokasi, cukup narsis yah....






Inilah keponakanku yang lucu.. Zahida Qalbi Nadhifa...

Yang ini lagi narsis bangeeeet... sepasang suami istri yang lagi pamer perut buncit








Naaah ini nih keluarga kakakku... dari kiri ke kanan Mas Yafid, Mbak Indah, Zahida...



ini saking pegelnya, maklum bumil.. jalan jadi gak pake sepatu alias nyeker, ditenteng-tenteng deh sepatunya sambil jalan nyekermeeen....


Yang ini niatnya foto si gajah, tapi berhubung narsis ya udah deh gak kliatan gajahnyaaa... :p

Sedikit Cobaan di Keluarga Kresna

Memasuki usia kehamilan 6 bulan, Maria diberhentikan kerja oleh atasannya dengan alasan sebagai sales engineer dikarenakan kehamilannya, dia tidak bisa bekerja secara maksimum. Sebenarnya, baru saja kondisi keuangan keluarga kami membaik, tapi dengan adanya kondisi seperti ini agak memusingkan kami juga karena separuh dari income kami berkurang, sedangkan kebutuhan yang masih harus di tanggung masih lumayan banyak.

Agak susah juga untuk Maria mencari pekerjaan pengganti, banyak perusahaan-perusahaan yang tertarik pun selalu terbentur kondisi kehamilan Maria yang memang sudah memasuki trimester ke-3. Tapi kami tidak berhenti dan putus asa, kami percaya pasti ada hikmah dibalik semua cobaan ini. Dengan tetap optimis kami berpandangan bahwa memang sudah waktunya Maria beristirahat dan lebih fokus terhadap kehamilannya.

Sambil tetap terus berdo'a dan dengan dukungan keluarga besar kami, akhirnya kami putuskan untuk Maria pulang ke Malang, selain ada bayak keluarga yang memperhatikan dan membantu kami yang memang baru pertama kali mempunyai pengalaman seperti ini, Maria juga sembari membantu Ibunya mengelola toko baju yang sudah lumayan ramai dan butuh pengelolaan yang lebih baik.

Sekitar 10 hari sebelum Maria pulang ke Malang, dia dipanggil untuk interview di perusahaan P. Awalnya Maria tidak menyangka kalau dia akan diterima saat itu juga, karena memang dia memahami kondisinya yang sedang hamil saat itu sudah mulai memasuki usia kehamilan 7 bulan.

Allah memang sungguh sangat menyayangi keluarga kami, Dia selalu menunjukkan jalanNya yang benar kepada kami. Rezeki kami pun berangsur membaik kembali.
Allahu Akbar... Subhanallaaaah... Alhamdulillaaah... tak henti hati kami mengucap syukur dan memuji kebesaranMu...


Minggu, 10 Maret 2013

Ini Kok Malah Jadi SPG Kulkas Mbak ???

Malam itu aku janjian dengan Mbak indah mau datang ke rumahnya, eh ternyata yang punya rumah belom datang masih jalan-jalan keluarga katanya. Untungnya aku punya kunci serep rumahnya, alhasil aku dan Dhika pun masuk dan timbul rasa usilku untuk mengobrak abrik isi kulkas kakakku itu.

Biasanya sih isinya bermacam-macam dan penuh, tapi kali ini sepertinya mereka memang belum belanja, isi kulkasnya kosong, hanya ada beberapa makanan yang tidak bisa langsung dimakan seperti sayur, cabai, tomat, dll.

Ditengah-tengah keusilanku, suamiku lebih usil lagi. Dengan memegang kamera dan menyorotnya padaku, dia jeprat jepret sekenanya. Hasil terakhir aku sendiri malah bernarsis ria bak SPG kulkas memamerkan kulkas milik kakakku.

Ini salah satu hasil jepretan Dhika...

Nampak pula perutku yang buncit... heheheee....

Sabtu, 09 Maret 2013

suntik TT kedua - UK 28 Weeks

Naaaah, udah agak males-malesan sih mau kontrol, akhirnya meski telat sekitar 2 mingguan dari jadwal kontrol yang seharusnya, aku sempet-sempetin kontrol kehamilanku yang nggak tau deh udah berapa usianya, heheheee....

Sampailah kami di tempat praktek Bidan Nurmala, tempat biasa kami periksa kehamilan. Setelah dihitung ternyata sudah memasuki usia kehamilan 28 minggu, wow pantesan perut makin gede aja, hehehee...

Mbak asisten bidan bilang kalo sekarang waktunya suntik TT yang kedua di masa kehamilan ini, hiks hiks mukaku langsung asem deh denger mau disuntik. Suntik TT kali ini beda, Dhika tidak ikut menunggui pada waktu proses penyuntikan, katanya sih geli dan nggak tega. Huft... ternyata suntik TT yang kedua ini memang benar-benar beda, lebih sakit dari yang pertama.

Semalaman aku demam mungkin karena reaksi suntik TT yang tadi. Hampir seminggu nyeri di lengan kiriku tak juga hilang, tapi tak apalah, demi kesehatan calon anakku nanti.